TAJI DORTMUND KEMBALI MEMBURU
Siapa yang tak kenal tim asal Jerman, Borussia Dortmund? Bersinar sejak tahun 1990-an hingga saat ini masih mempertahankan kekuatan untuk bersaing di liga domestik dan Eropa. Kekuatannya mendapatkan pemain muda dan mencetaknya menjadi bintang sudah tak bisa diragukan lagi, kita ambil saja contoh seperti Robert Lewandowski, Marco Reus, Mario Gotze, Mats Hummels, Emre Can dan masih banyak lagi yang memikat klub-klub besar Eropa ingin menggaet mereka.
Tim berjuluk Der BVB ini memiliki sejarah yang cukup bagus. Dilihat dari segi kompetitifnya dari tahun 2011-sekarang, Borussia Dortmund telah mengantongi 7 trofi bergengsi dan menjadi finalis di Liga Champions musim 2012/2013 yang kala itu harus mengakui taring rivalnya, Bayern Munchen. Tetapi, tak berhenti disitu, Dortmund terus menggenjot performa dan kualitas pemainnya yang di mata dunia tergolong ringan. Sosok Marco Reus yang menjadi tumpuan pada saat itu, ketika Robert Lewandowski dan Mario Gotze pindah ke Bayern Munchen, kegarangan Dortmund meredup dan hanya ada Reus yang menjadi ujung tombak serangan dan pengatur permainan.
Namun, Dortmund tak tinggal diam. Mereka langsung memburu pemain muda yang kompetitif, tangguh dan bermental kuat. Di tangan Klopp, Dortmund menjadi kekuatan bayangan dalam perhelatan Bundesliga. Tak ayal, Dortmund menjadi penguasa klasemen teratas setiap musimnya yang menjadikan mereka sebagai musuh berat dalam setiap laga. Tercatat dari kepemimpinan Klopp, Dortmund sukses meraih satu trofi DFL Supercup pada musim pertamanya, dua trofi Bundesliga (2011/11 dan 2011/12), trofi DFB-Pokal (2011/12). ketika Dortmund melawan klub sebesar apapun seperti Munchen, Schalke, Moenchengladbach dan Leipzig selalu memberikan permainan terbaik dan hasil yang memuaskan. Hal itulah yang dapat meramaikan laga Bundesliga di mata dunia, dengan permainan yang bagus, stadion megah dan suporternya yang loyal membuat Borussia Dortmund makin disegani oleh lawan manapun.
Tim berjuluk Der BVB ini memiliki sejarah yang cukup bagus. Dilihat dari segi kompetitifnya dari tahun 2011-sekarang, Borussia Dortmund telah mengantongi 7 trofi bergengsi dan menjadi finalis di Liga Champions musim 2012/2013 yang kala itu harus mengakui taring rivalnya, Bayern Munchen. Tetapi, tak berhenti disitu, Dortmund terus menggenjot performa dan kualitas pemainnya yang di mata dunia tergolong ringan. Sosok Marco Reus yang menjadi tumpuan pada saat itu, ketika Robert Lewandowski dan Mario Gotze pindah ke Bayern Munchen, kegarangan Dortmund meredup dan hanya ada Reus yang menjadi ujung tombak serangan dan pengatur permainan.
Namun, Dortmund tak tinggal diam. Mereka langsung memburu pemain muda yang kompetitif, tangguh dan bermental kuat. Di tangan Klopp, Dortmund menjadi kekuatan bayangan dalam perhelatan Bundesliga. Tak ayal, Dortmund menjadi penguasa klasemen teratas setiap musimnya yang menjadikan mereka sebagai musuh berat dalam setiap laga. Tercatat dari kepemimpinan Klopp, Dortmund sukses meraih satu trofi DFL Supercup pada musim pertamanya, dua trofi Bundesliga (2011/11 dan 2011/12), trofi DFB-Pokal (2011/12). ketika Dortmund melawan klub sebesar apapun seperti Munchen, Schalke, Moenchengladbach dan Leipzig selalu memberikan permainan terbaik dan hasil yang memuaskan. Hal itulah yang dapat meramaikan laga Bundesliga di mata dunia, dengan permainan yang bagus, stadion megah dan suporternya yang loyal membuat Borussia Dortmund makin disegani oleh lawan manapun.
Sayang demi sayang, Dortmund kehilangan juru strateginya yang disanjung oleh banyak pihak dalam klub. Juergen Klopp resmi dinyatakan pindah dari Dortmund menuju Liverpool pada tahun 2015. Ini menjadi satu kelemahan mengingat juru strategi yang diandalkan telah hijrah ke Anfield, kemudian Dortmund mengambil langkah cepat menunjuk Thomas Tuchel, yang saat ini menjabat sebagai asisten pelatih klub.Dortmund, begitulah orang menyebutnya sebagai salah satu tim asal Jerman yang tak bisa dianggap remeh, tak pernah absen di laga teratas eropa, Liga Champions juga pernah memboyong si kuping besar pada tahun 1997 mengalahkan Juventus. Kegarangannya yang terus ditakuti dan disegani sampai saat ini, menyuguhkan permainan dan taktik yang ciamik. Musim 2019/2020, klub ini menguasai klasemen, meskipun dengan pemain muda dengan rata-rata 23 tahun. Akankah taji ini bertahan sampai memboyong trofi Bundesliga?

Comments
Post a Comment